Pengurus Gemas Jabar Resmi Dilantik, Siap Menangkan Pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024

Nusantara1274 Views

JABAR EKSPRES – DPP Gema Sadhana (Gemas) resmi melantik 28 orang pengurus DPD GEMAS Jawa Barat, di Grand Eastearn Ballroom Pasirkaliki Bandung pada Sabtu, 18 November 2023. Didapuk sebagai ketua DPD Gemas Jabar adalah Saudari Benetta Heaster G. Pelantikan langsung dilakukan oleh Ketua Umum DPP Gemas DR A.S Kobalen.

Ketua Umum DPP Gemas, DR A.S Kobalen mengungkapkan, acara ini selain acara pelantikan juga merupakan kegiatan konsolidasi dalam rangka memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden (Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka) dalam Pilpres 2024 mendatang. “Setelah ini kami juga akan segera membentuk kepengurusan di tingkat kota dan kabupaten se-Jawa Barat,” ujar DR A.S Kobalen kepada wartawan, Sabtu (18/11) malam.

Pelantikan yang dihadiri sekitar 500 peserta itu, awalnya akan dihadiri Pembina Gemas Hashim Djojohadikusumo yang juga adik Menhan, ternyata berhalangan tidak hadir. Ia mengatakan, pihaknya siap memenangkan calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Indonesia maju tersebut. “Kami siap memenangkan pasangan bapak Prabowo-Gibran, dimana beberapa strategi telah kami siapkan, salah satunya konsolidasi yang kita lakukan hari ini,” ucapnya.

Dia juga menyebutkan ketidakhadiran Hashim Djojohadikusumokarena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, “Kami mohon maaf, bapak Hasim berhalangan hadir, dimana sebelumnya sudah di jalan menuju ke Bandung, namun karena ada rapat mendadak di Jakarta jadi batal hadir,” ungkapnya. Diketahui, Gema Sadhana atau Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara adalah sebuah organisasi masyarakat yang memperjuangkan aspirasi masyarakat Hindu, Buddha, Konghucu, serta aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui jalur sosial dan politik.

Sementara itu, Ketua DPD Gemas Jabar, Benetta Heaster G mengatakan, melalui misi Gema Sadhana ini, diharapkan menjadi organisasi yang mampu menciptakan keharmonisan antara sesama anak bangsa. “Selain itu, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dengan menghilangkan diskriminasi yang terjadi pada kaum minoritas, serta memperjuangkan Harkat dan Martabat kaum minoritas, untuk diakui secara sama di NKRI tercinta, sesuai UUD 1945,” ujarnya.

Lebih lanjut Benetta menyebut 3 misi tersebut di antaranya adalah:
1. Mempertahankan serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan sosial kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan.
2. Memupuk rasa cinta tanah air dan cinta akan kebersamaan kepada semua unsur masyarakat terutama umat Hindu, Budhha, Konghucu, serta aliran kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrva.
3. Membentuk kader-kader Gema Sadhana yang berjiwa Pancasila untuk memperjuangkan kesetaraan harkat dan martabat umat Hindu, Budha, Sikh, Konghucu, serta aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa di dalam kancah legislatif dan eksekutif.

 “Gema Sadhana adalah contoh dari moderasi beragama, hadir untuk memberi kesempatan, keamanan dan kenyamanan bagi umat Hindu, umat Buddha, umat Konghucu, dan aliran kepercayaan untuk melaksanakan agama masing-masing dengan sikap bertoleransi, sehingga terbangunlah kedamaian hidup antar umat beragama di Indonesia,” lanjutnya. WhatsApp Image 2023-11-20 at 04.55.07Menurut Benetta, Gema Sadhana adalah jalan bijak memadukan cinta kasih dan sosial serta pemahanan kebhinekaan yang lebih terbuka terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga moderasi beragama dapat menjauhkan sikap ekstrem bahkan pemikiran primordialisme dan intoleransi terhadap perbedaan.

“Satu hal yang perlu diperhatikan bagi kehidupan sosial adalah menjauhi sikap intoleransi yang merusak sendi-sendi persaudaraan antar manusia. Sesuai amanat Bapak Presiden Joko Widodo pada saat ritual penyatuan tanah dan air yang dilakukan di IKN Nusantara, penyatuan tanah dan air melambangkan kerukunan, persatuan dan kesatuan unsur alam, untuk tetap menjadi bangsa yang kokoh dalam persaudaraan, agar memiliki daya juang yang kuat untuk menjaga dan membangun peradaban Nusantara yang sudah ada sejak ribuan tahun,” tuturnya.

Toleransi dan kerukunan antar umat beragama bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Kerukunan berdampak pada toleransi atau sebaliknya toleransi menghasilkan kerukunan, keduanya menyangkut hubungan antar sesama manusia. “Toleransi adalah kuncinya. Toleransi membimbing kita pada moderasi beragama sehingga kita terhindar dari fanatisme yang dapat mengarah pada fundamentalisme, radikalisme, maupun ekstremisme. Sudah menjadi rahasia umum jika kehidupan bermasyarakat di tengah keragaman Indonesia tidak selalu berjalan mulus,” ucapnya.

https://jabarekspres.com/berita/2023/11/19/pengurus-gemas-jabar-resmi-dilantik-siap-menangkan-pasangan-prabowo-gibran-di-pilpres-2024/4/