Gema Sadhana Gelar Doa Nasional Bagi Rohingya

Gema Sadhana Gelar Doa Nasional Bagi Rohingya

IMG_2017-09-23_11-56-24

Tindakan non-manusiawi yang terjadi di wilayah Rakhine Myanmar telah menjadi isu dunia yang berkepanjangan, dan menjadi isu yang sexy untuk dipolitisir terutama di negara yang berpenduduk mayoritas muslim.

Indonesia sendiri telah mengirimkan delegasinya untuk berdialog dengan pemerintahan Myanmar, serta berencana membangun Rumah Sakit sebagai bantuan kongkrit bagi korban-korban yang berjatuhan.

Tidak sedikit Ormas, Majelis Agama maupun Partai Politik yang mengalang bantuan secara nasional untuk membantu korban di Myanmar.

Melihat kejadian yang berkepanjangan ini, serta isu-isu agama yang terus dipolitisir, GEMA SADHANA tergerak mengadakan Doa Nasional oleh para Umat Hindu, Buddha, Konghucu, serta umat-umat Aliran Kepercayaan se-Indonesia yang dilaksanakan di 14 Propinsi se-Indonesia.

Koordinator gerakan nasional yang dipimpin langsung oleh Bapak A.S. Kobalen selaku Ketua Umum GEMA SADHANA mengatakan, bahwa disamping tindakan kongkrit kita tidak boleh menampikkan kekuatan doa apalagi ini adalah aksi kemanusiaan.

"Kekuatan doa merupakan kekuatan Illahi yang mampu mendobrak segala hambatan dan rintangan yang tidak mungkin digapai oleh keterbatasan manusia. Secara kongkrit kita juga ikut berpartisipasi, dan negara telah mengirimkan bantuan. Namun ini adalah permasalahan internal Myanmar yang tidak bisa kita campuri terlalu dalam, sehingga kami memilih jalan spiritual agar dapat membuka hati kedua belah pihak, dan semua korban mendapat kedamaian di alamnya" Ujar Ketua DPP Partai GERINDRA ini.

Selanjutnya Kobalen mengatakan, bahwa GEMA SADHANA konsen untuk menjaga agar isu ini tidak dipolitisir sehingga menganggu ketentraman umat beragama yang ada di Indonesia.

"Persoalan ini adalah persoalan internal negara dan persoalan kemanuasiaan, tidak ada sangkut paut dengan urusan agama. Oleh karena itu kami (GEMA SADHANA) melalui perwakilan yang ada di 14 Propinsi, terus melakukan dialog lintas agama, utuk meredam isu-isu yang coba digunakan untuk memecahbelah, apalagi tahun-tahun ini adalah tahun politik yang menyambut pilkada serentak 2018" ujar mantan pimpinan majelis agama hindu nasional ini.

Doa nasional ini dilaksanakan serentak pada tanggal 16-23 September 2017 di Sumatera Utara, Bengkulu, Riau, Lampung, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Bekasi (Jawa Barat), Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Bali, NTB. (TSJ)

gmas

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
Translate »