PM Wong Ungkap Keyakinan terhadap Potensi dan Kekuatan Ekonomi Indonesia

Internasional579 Views

Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menyatakan keyakinannya terhadap potensi dan kekuatan ekonomi Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, usai pelaksanaan Leaders’ Retreat di Parliament House, Singapura, pada Senin, 16 Juni 2025.

“Tahun lalu, Singapura menyumbang lebih dari sepertiga dari seluruh investasi asing yang direalisasikan di Indonesia. Hal ini mencerminkan keyakinan kami terhadap ekonomi Indonesia dan potensi serta kekuatannya,” ujar PM Wong.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo dan PM Wong menyepakati serangkaian langkah konkret untuk memperkuat hubungan strategis kedua negara. PM Wong menegaskan bahwa Leaders’ Retreat menjadi simbol eratnya hubungan Indonesia dan Singapura yang telah terjalin di berbagai sektor.

“Kami berdiskusi dengan sangat baik pagi ini, baik dalam pertemuan empat mata maupun dalam pertemuan delegasi. Baik Presiden Prabowo maupun saya sepakat bahwa hubungan Singapura dan Indonesia berada dalam kondisi yang sangat baik. Kami ingin melangkah lebih jauh dalam membangun kemitraan yang lebih kuat di era baru kerja sama ini,” jelasnya.

Kedua pemimpin juga menyoroti pelaksanaan expanded framework agreements yang mulai berlaku tahun lalu. Kesepakatan ini mencakup bidang pertahanan, manajemen wilayah udara, dan penegakan hukum. PM Wong menambahkan, pengelolaan wilayah udara dalam perjanjian Flight Information Region telah berjalan secara efektif.

Di bidang hukum, kerja sama terus menunjukkan kemajuan signifikan. Sementara di sektor ekonomi hijau, kedua negara menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) mengenai perdagangan listrik lintas batas, penangkapan dan penyimpanan karbon, serta pengembangan zona industri berkelanjutan.

Kerja sama di sektor keuangan juga diperkuat melalui perpanjangan perjanjian keuangan bilateral antara Monetary Authority of Singapore (MAS) dan Bank Indonesia untuk jangka waktu tiga tahun, menjadi yang pertama kali tidak bersifat tahunan. Di sisi ketahanan pangan, MoU terkait keamanan pangan dan teknologi pertanian juga diteken, termasuk program pengembangan petani muda (Young Farmers Development Programme).

Selain itu, dari sisi konektivitas dan hubungan antarmasyarakat, kedua negara menyambut pembukaan rute penerbangan baru dari Singapura ke Padang dan Kertajati, serta memperluas kesempatan magang lintas negara bagi generasi muda.

Menutup pernyataannya, PM Wong menekankan pentingnya kerja sama kawasan dan dukungan Singapura terhadap aspirasi Indonesia untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas diskusi yang sangat baik dan konstruktif. Beliau telah lama menjadi sahabat Singapura, dan saya menantikan kerja sama yang erat untuk membawa hubungan bilateral ini ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas PM Wong.